Mama Telah Pergi
Di hadapan tanah yang hening
Kami berdiri menahan air mata
Karena hari ini, langit kehilangan bintangnya,
Dan kami... kehilangan mama.
Mama......
Kami berdiri menahan air mata
Karena hari ini, langit kehilangan bintangnya,
Dan kami... kehilangan mama.
Mama......
Engkau adalah pelukan yang tak pernah lelah
Doa yang selalu mengiringi langkahku,
Cahaya yang menuntun dalam gelapku
Dan cinta... yang tak pernah habis dibagi.
Segala lelahmu, kini telah usai,
Tak ada lagi sakit, tak ada lagi tangis
Hanya damai, di pelukan Ilahi
Dan kenanganmu, yang kekal di hati.
Terima kasih, Mama.......
Untuk setiap malam yang kau lewati tanpa tidur
Untuk setiap kata lembut yang menyembuhkan
Untuk setiap pengorbanan yang tak terhitung.
Meski ragamu telah tiada
Namamu hidup dalam setiap doaku
Dalam setiap langkahku
Dalam cinta yang kau wariskan padaku.
Selamat jalan, Mama
Kau tak pernah benar-benar pergi,
Karena cintamu abadi
Di dalam hati kami.
Tukfenu, 8 September 2025
Doa yang selalu mengiringi langkahku,
Cahaya yang menuntun dalam gelapku
Dan cinta... yang tak pernah habis dibagi.
Segala lelahmu, kini telah usai,
Tak ada lagi sakit, tak ada lagi tangis
Hanya damai, di pelukan Ilahi
Dan kenanganmu, yang kekal di hati.
Terima kasih, Mama.......
Untuk setiap malam yang kau lewati tanpa tidur
Untuk setiap kata lembut yang menyembuhkan
Untuk setiap pengorbanan yang tak terhitung.
Meski ragamu telah tiada
Namamu hidup dalam setiap doaku
Dalam setiap langkahku
Dalam cinta yang kau wariskan padaku.
Selamat jalan, Mama
Kau tak pernah benar-benar pergi,
Karena cintamu abadi
Di dalam hati kami.
Tukfenu, 8 September 2025
Puisi ini ditulis dan dibacaan pada saat acara pemakaman mama tercinta!


Komentar
Posting Komentar